PENGARUH MOTIVASI TERHADAP
MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Meita
Nurmawanti
3A-D3 Administrasi Bisnis
135211020
Program
Studi Administrasi Bisnis, Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri
Bandung, Jl. Gegerkalong Hilir, Desa Ciwaruga, Jawa
Barat 40012
Abstrack
Motivation is essential in every way to add support
someone in doing his job. interest in entrepreneurship is also one thing that
should be owned by all of us, looking from the times of our increasingly
globalized then inevitably required for entrepreneurship. for it in
entrepreneurship need for motivation that can increase a person's motivation
for entrepreneurship. Not only alone, but demands a strong desire in students
to be entrepreneurial, and compete in this ever growing business. for it is
expected of students in any department has a soul and desire in
entrepreneurship to meet the wishes and needs.
Keywords: interest in entrepreneurship, motivation
PENDAHULUAN
Pada kenyataannya mahasiswa kini hanya mengerti akan
sebuah teori saja. Sedangkan yang diperlukan pada kenyataannya ialah harus
seimbangnya, bahkan lebih mengedepankan praktek dibandingkan dengan teori.
Sehingga mahasiswa sangat kurang sekali memiliki minat
untuk berwirausaha, padahal dunia bisnis cukup luas. Kebanyakan
mahasiswa sekarang takut untuk berwirausaha dan lebih memilih untuk menjadi
pekerja.
Melihat masalah tersebut penulis ingin mengetahui apakah
motivasi akan mempengaruhi minat kewirausahaan mahasiswa. Setiap
wirausaha memiliki motivasi meskipun dalam bentuk yang berbeda. Motivasi
diartikan sebagai sumber penggerak bagi wirausaha untuk melakukan tindakan agar
tujuan dan harapan dapat tercapai. Sardiman dalam Yunita Widyaning Astiti (2014: 49), mengemukakan motivasi mempunyai tiga
fungsi dalam kehidupan manusia, yaitu:
a. Mendorong manusia untuk berbuat,
motivasi penggerak dari setiap kegiatan
b. Sebagai penentu arah
perbuatan. Motivasi memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan.
c. Menyeleksi perbuatan yang
harus dikerjakan untuk mencapai tujuan.
minat berwirausaha adalah kemampuan
kreatif dan inovatif dalam menciptakan sesuatu yang baru memiliki manfaat bagi
diri sendiri dan orang lain serta mampu menghadapi masalah dan memanfaatkan
peluang.
Penelitian
ini pada intinya adalah meneliti
apakah motivasi berpengaruh besar terhadap minat berwirausaha mahasiswa. Yang
dimaksud dengan minat berwirausaha adalah sikap dan keinginan yang membuat
seseorang tertarik mencoba sesuatu yang baru dan berusaha untuk memperoleh
keuntungan dengan mempertimbangkan semua resiko yang harus dihadapi sehingga
menimbulkan kekuatan pendorong kepada individu tersebut untuk menciptakan
kesejahteraan bagi individu dan menambah nilai bagi masyarakat dengan mengelola
sumber daya yang dimiliki. .
TINJAUAN
PUSTAKA
Menurut
Wahjosumidjo dalam Yunita Widyaning Astiti (2014:
27), motivasi merupakan
proses psikologi yang mencerminkan interaksi sikap, kebutuhan, persepsi, dan
keputusan yang terjadi pada diri seseorang. Proses psikologi timbul akibat
faktor dari dalam diri seseorang berupa kepribadian, sikap, pengalaman dan
pendidikan, sedangkan dari luar diri seseorang berbagai faktor lain yang sangat
kompleks. Menurut Kasmir dalam Yunita
Widyaning Astiti (2006 : 18), kewirausahaan adalah suatu
kemampuan menciptakan kegiatan usaha. Kemampuan menciptakan dan memerlukan
adanya kreativitas dan inovasi dari yang sudah ada sebelumnya.
Kemampuan
berwirausaha yang kreatif dan inovatif dapat dijadikan dasar, kiat, dan sumber
daya untuk mencari peluang menuju sukses (Suryana dalam Yunita
Widyaning Astiti 20014: 18).
Berikut ini Indikator atau nilai yang ada dalam
berwirausaha :
METODE PENELITIAN
Penelitian
ini menggunakan pendekatan kuantitatif, karena data diwujudkan dalam bentuk
angka dan dianalisis berdasarkan analisis statistik guna menunjukkan pengaruh
pendidikan kewirausahaan terhadap motivasi berwirausaha di kalangan mahasiswa. Metode kuantitaif
merupakan metode positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme.
Metode ini sebagai metode ilmiah/scientific karena telah memenuhi kaidah-kaidah
ilmiah yaitu konkrit/empiris, obyektif, terukur, rasional dan sistematis
(Sugiyono dalam Yunita
Widyaning Astiti 2014:
62).
A.
Variabel Penelitian
Menurut Sugiyono
dalam Yunita Widyaning Astiti (2014:
63) Mengemukakan bahwa variabel
penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau
kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk
dipelajari dan ditarik kesimpulannya.
Variabel
penelitian adalah suatu atribut atau nilai atau sifat dari objek atau kegiatan
yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari
dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono dalam Yunita Widyaning Astiti , 2014: 63).
Adapun variabel dalam penelitian ini adalah:
- Variabel bebas (Independen) adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat (dependen). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah motivasi (X).Variabel terikat (Dependen) adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah minat berwirausaha (Y)
B.
Populasi dan Metode Penarikan Sampel
Suatu penelitian
akan selalu bertemu dengan masalah sumber data yang disebut populasi. Sumber
data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Sumber data
disebut responden.
Populasi adalah
wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas
dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulan. (Sugiyono dalam Yunita Widyaning Astiti, 2014: 65).
Apabila seseorang meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka
penelitian ini merupakan penelitian populasi. Penelitian ini termasuk
penelitian populasi karena jumlah responden kurang dari 100 yaitu 50 mahasiswa. Adapun populasi dalam
penelitian ini adalah mahasiswa
Politeknik Negeri Bandung.
Untuk penarikan sampelnya sendiri peneliti menggunakan
sampel secara acak yaitu setiap anggota dari populasi memiliki kesempatan.
C.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik
pengumpulan data merupakan cara yang ditempuh untuk memperoleh data yang
diperlukan dalam suatu penelitian dengan menggunakan suatu alat tertentu.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan
data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan
tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono dalam Yunita Widyaning Astiti ,
2014: 64).
Dalam
penelitian ini, kuesioner yang digunakan bersifat tertutup dan secara langsung
karena responden tinggal memilih jawaban yang sudah disediakan dan menjawab
tentang dirinya. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini diberikan pada
mahasiswa sebagai responden penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data
pengaruh motivasi terhadap
minat kewirausahaan mahasiswa Politeknik Negeri Bandung.
D.
Uji Validitas Instrumen
Menurut Suharsimi dalam Yunita Widyaning Astiti (2014 : 68),
validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau
kesahihan sesuatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai
validitas tinggi, sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki
validitas rendah.
Menurut Suharsimi dalam Yunita Widyaning
Astiti (2014 : 68), dalam penelitian ini nilai validitas dicari dengan menggunakan
rumus korelasi product moment dari Pearson. Penafsiran harga koefisien
korelasi dilakukan dengan membandingkan harga rxy dengan harga kritik. Harga
kritik untuk validitas butir instrument adalah
0,3. Artinya apabila rxy lebih besar atau sama dengan 0,3 (rxy ≥ 0,3) maka
nomor butir dapat dikatakan valid. Sebaliknya apabila rxy lebih kecil dari 0,3
(rxy≤ 0,3) maka nomor butir dapat dikatakan tidak valid (S. Eko Putro Widoyoko,
2012). Uji validitas dilakukan dengan menggunakan program PASW Statistics 18.
Total Correlation
|
Keterangan
|
Variabel
|
0,419
|
Valid
|
Motivasi
|
0,338
|
Valid
|
Motivasi
|
0,434
|
Valid
|
Motivasi
|
0,335
|
Valid
|
Motivasi
|
0,486
|
Valid
|
Motivasi
|
0,216
|
Tidak Valid
|
Motivasi
|
0,537
|
Valid
|
Motivasi
|
0,412
|
Valid
|
Motivasi
|
E.
Uji Reliabilitas
Instrumen
Reliabilitas menunjukan bahwa sesuatu
instrumen cukup dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena
instrumen tersebut sudah baik. Reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan
sesuatu. Reliabel artinya dapat dipercaya, jadi dapat diandalkan (Suharsimi
Arikunto, 2010). Dalam penelitian ini uji reliabilitas dicari menggunakan rumus
Alpha. Rumus Alpha digunakan untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya
bukan 1 dan 0. Instrumen dapat dikatakan reliabel jika nilai koefisien alpha
tersebut melebihi 0,6 (Ali Muhson dalam Yunita Widyaning
Astiti, 2014 : 71).
Variabel
|
Nilai Alfa Chonbach
|
Keterangan
|
Minat Berwirausaha
|
0, 667
|
Reliabel
|
Motivasi
|
0,685
|
Reliabel
|
F.
Metode Analisis Data
Dalam
penelitian ini digunakan uji validitas, reliabilitas dan regresi. Uji validitas
digunakan untuk mengetahui seberapa valid pernyataan yang kita cantumkan dalam
kuesioner yang akan disebar, sehingga pernyataan tersebut layak untuk
dicantumkan dalam sebuah penelitian. Kemudian
uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui reliabilitas dari variabel
tersebut. Kemudian uji hipotesis adalah untuk menguji pengaruh dari motivasi terhadap minat berwirausaha mahasiswa.
G.
Tempat dan Waktu
Penelitian
Penelitian
yang berjudul “Pengaruh Motivasi
terhadap Minat Kewirausahaan Mahasiswa Politeknik Negeri Bandung”
akan dilaksanakan di Politeknik
Negeri Bandung Waktu penelitian akan dilaksanakan pada
bulan November 2015
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.
Gambaran Objek Penelitian
Data
demografis seperti tingkat jenis kelamin, program studi, asal daerah dan pekerjaan atau
profesi dapat digunakan untuk menjelaskan yang terdapat diantara responden para mahasiswa. Adapun gambaran
demografis tersebut meliputi tingkat jenis kelamin, program studi, asal daerah
dan pekerjaan atau profesi
dari 50 responden.
B.
Analisis Deskriptif Variabel X
(Motivasi)
Rata-rata keseluruhan dari 8 pernyataan yang terdapat
pada variabel motivasi ialah sebesar 3,81. Untuk rata-rata yang memiliki nilai
maksimum ada di penyataan sebagai berikut “Tidak mudah menyerah
adalah salah satu kunci dalam mencapai kesuksesan” dengan rata-rata 4,44. Sementara untuk rata-rata yang
memiliki nilai minimun ada di pernyataan sebagai berikut “Dengan
memahami sebuah teori mengenai wirausaha saja sudah cukup untuk bekal kita
menjadi seorang wirausaha”
dengan rata-rata 2,78
Membandingkan dengan teori motivasi Menurut
Wahjosumidjo dalam Yunita Widyaning Astiti (2014:
27), motivasi merupakan
proses psikologi yang mencerminkan interaksi sikap, kebutuhan, persepsi, dan keputusan
yang terjadi pada diri seseorang. Proses psikologi timbul akibat faktor dari
dalam diri seseorang berupa kepribadian, sikap, pengalaman dan pendidikan,
sedangkan dari luar diri seseorang berbagai faktor lain yang sangat kompleks. Maka “Tidak
mudah menyerah adalah salah satu kunci dalam mencapai kesuksesan” ialah salah satu teori
motivasi yang menjelaskan bahwa suatu sikap tidak mudah menyerah untuk mencapai
sebuah tujuan.
C.
Analisis Deskriptif Variabel Y (Minat Berwirausaha)
Rata-rata keseluruhan dari 12 pernyataan yang terdapat
pada variabel minat berwirausaha ialah sebesar 3,6. Untuk rata-rata yang
memiliki nilai maksimum ada di penyataan sebagai berikut “Dengan
berwirausaha dapat menampung tenaga kerja serta mengurangi pengangguran.” dengan rata-rata 4,46. Sementara untuk rata-rata yang
memiliki nilai minimun ada di pernyataan sebagai berikut “Saya
tidak percaya diri untuk berwirausaha” dengan rata-rata 2.68.
Membandingkan dengan teori minat berwirausaha menurut
Kasmir dalam Yunita Widyaning Astiti (2006 : 18), kewirausahaan adalah suatu
kemampuan menciptakan kegiatan usaha. Kemampuan menciptakan dan memerlukan
adanya kreativitas dan inovasi dari yang sudah ada sebelumnya.
Maka ““Dengan berwirausaha dapat
menampung tenaga kerja serta mengurangi pengangguran” ialah salah satu teori minat
berwirausaha yang menjelaskan bahwa kewirausahaan ialah kemampuan menciptakan
kegiatan usaha, sehingga dapat mengurangi pengangguran.
D.
Analisis Pengujian Hipotesis
Hipotesis berdasarkan uji probabilitas
dirumuskan secara statistic sebagai berikut:
Hipotesis
dalam bentuk kalimat:
Ho :Motivasi tidak berpengaruh terhadap minat berwirausaha mahasiswa.
Ha
:Motivasi berpengaruh terhadap minat berwirausaha mahasiswa.
Kaidah keputusan:
1.
Jika nilai probabilitas 0,05 lebih besar
atau sama dengan nilai probabilitas sig
atau [0,05>=sig], maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan
2.
Jika nilai probabilitas 0,05 lebih kecil
atau sama dengan nilai probabilitas sig
atau [0,05<=sig], maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan
Berdasarkan
tabel coefficients diperoleh variabel motivasi dan minat berwirausaha memiliki nilai sig 0,03. Jika dibandingkan dengan nilai
probabilitas 0,05, ternyata nilai probabilitas 0,05 lebih besar dari nilai
probabilitas sig atau (0,05>0,00) maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya
signifikan. Sehingga penelititian membuktikan bahwa motivasi berpengaruh terhadap minat berwirausaha mahasiswa.
E.
Keterbatasan Penelitian
Penelitian
ini telah diusahakan dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur ilmiah, namun
demikian masih memiliki keterbatasan yaitu
- Adanya keterbatasan penelitian dengan menggunakan kuesioner yaitu terkadang jawaban yang diberikan oleh sampel tidak menunjukkan keadaan sesungguhnya.
- Peneliti tidak bisa mengontrol jawaban responden secara langsung, maka dimungkinkan adanya bias di dalam pengisian kuesioner.
- Masih adanya pernyataan yang tidak valid karena waktu yang terbatas sehingga tidak dapat membuat kembali kuesioner namun solusi peneliti yaitu mendrop pernyataan yang tidak valid.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan data yang diperoleh dari
hasil penelitian, maka kesimpulan yang dapat dikemukaan dalam penelitian ini
adalah:
- Motivasi berpengaruh terhadap minat berwirausaha mahasiswa dilihat dari uji hipotesis yaitu sebesar 17% namun motivasi hanya ditaraf rendah untuk 83% minat berwirausaha di pengaruhi oleh faktor-faktor yang lain seperti melihat tuntutan akan perkembangan zaman yang mengharuskan kita semua untuk berwirausaha.
- Dilihat dari hasil uji ANOVA, hasil yang diperoleh adalah nilai F= 9,866 dengan tingkat probabilitas Sig. 0,03. Karena probabilitas (0,00) jauh lebih kecil dari 0,05 maka model bisa dipakai untuk memprediksi minat berwirausaha.
Berdasarkan
tabel coefficients diperoleh variabel motivasi dan minat berwirausaha
memiliki nilai sig 0,03.
Jika dibandingkan dengan nilai probabilitas 0,05, ternyata nilai probabilitas
0,05 lebih besar dari nilai probabilitas sig atau (0,05>0,00) maka Ho
ditolak dan Ha diterima artinya signifikan. Sehingga penelititian membuktikan
bahwa motivasi berpengaruh
terhadap minat berwirausaha
mahasiswa. Maka dari itu dapat ditarik kesimpulan bahwa motivasi mempengaruhi
minat berwirausaha mahasiswa namun masih dalam taraf yang rendah.
B.
Saran
Berdasarkan pembahasan hasil penelitian
di atas, penulis berusaha memberikan
saran terhadap minat berwirausaha mahasiswa.
- Perlu adanya dorongan dari dalam diri sendiri untuk berwirausaha bukan karena atas dasar paksaan atau tuntutan perkembangan zaman semata.
- Menumbuhkan keinginan atau fashion dalam berwirausaha.
- Peningkatan kualitas praktik bukan hanya sekedar teori dalam berwirausaha
- Kecenderungan variabel motivasi masih dalam ketegori rendah sehingga perlu ditingkatkan melalui pengembangan model pendidikan kewirausahaan, serta pemupukan motivasi secara mendalam.
DAFTAR PUSTAKA




Tidak ada komentar:
Posting Komentar